Pamekasan, Jawa Timur — Dosen STIE Bakti Bangsa berhasil meraih pendanaan untuk 5 proposal penelitian dan 1 proposal pengabdian kepada masyarakat pada program hibah nasional Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia tahun pelaksanaan 2025. Capaian ini menjadi kabar membanggakan bagi institusi sekaligus menunjukkan semangat dosen dalam mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui kompetisi pendanaan di tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut berawal dari pengusulan proposal kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemdiktisaintek. Dari proposal yang diajukan, enam proposal dinyatakan lolos dan memperoleh pendanaan melalui tiga skema, yaitu Penelitian Fundamental Reguler (PFR), Penelitian Dosen Pemula (PDP), dan Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP).
Ketua LPPM STIE Bakti Bangsa, Moh. Zaini, S.E., M.E., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian dosen yang berhasil memperoleh pendanaan hibah nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus mencerminkan tumbuhnya minat dan semangat dosen dalam mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh dosen untuk semakin aktif mengajukan proposal, meningkatkan kualitas penelitian, serta berpartisipasi dalam kompetisi pendanaan nasional pada tahun-tahun berikutnya. Keberhasilan memperoleh hibah nasional tidak hanya memberikan dukungan bagi pelaksanaan kegiatan akademik, tetapi juga membuka peluang bagi dosen untuk menghasilkan karya ilmiah dan program pemberdayaan masyarakat yang bermanfaat.
Lebih lanjut, Moh. Zaini menegaskan bahwa LPPM memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan partisipasi dosen pada program hibah nasional. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen LPPM STIE Bakti Bangsa untuk membangun iklim akademik yang produktif, menumbuhkan budaya riset, serta memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Dosen diharapkan semakin berani mengembangkan gagasan inovatif dan menyusun proposal berkualitas yang mampu bersaing dalam proses seleksi pendanaan di tingkat nasional.
Tema-tema penelitian dan pengabdian yang memperoleh pendanaan menunjukkan perhatian dosen terhadap berbagai persoalan strategis, khususnya di wilayah Madura. Topik-topik tersebut mencakup pengembangan UMKM batik, transformasi digital, kewirausahaan hijau, ketahanan pangan, penguatan peran BUMDes, produktivitas peternakan sapi pedaging, serta peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani garam. Sementara itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui penerapan konsep ekonomi hijau dan zero waste.
Keberagaman tema tersebut diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara kegiatan akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Penelitian yang dilaksanakan diharapkan menghasilkan temuan ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan mendorong penerapan pengetahuan dan inovasi untuk meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan masyarakat.
LPPM STIE Bakti Bangsa berharap capaian tahun 2025 dapat menjadi pijakan untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas luaran ilmiah, memperluas jejaring kolaborasi, dan meningkatkan partisipasi dosen dalam kompetisi hibah nasional. Penguatan kualitas proposal, pengembangan tema penelitian yang inovatif, serta peningkatan relevansi kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan terus didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Dengan dukungan dan komitmen bersama, STIE Bakti Bangsa diharapkan semakin mampu menghasilkan karya akademik yang berkualitas dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pembangunan ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya di Madura.


Tinggalkan Balasan