Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional merilis nama-nama peneliti yang dinyatakan lolos dan berhak menerima hibah dana penelitian dan pengabdian tahun 2020. Hal itu tertuang dalam surat pengumuman Kemenristek/BRIN Nomor B/87/E3/RA.00/2020. Dari ribuan nama-nama dosen peneliti perguruan tinggi se-Indonesia tersebut, ada lima dosen STIE Bakti Bangsa yang kembali menerima hibah penelitian tahun 2020.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Bakti Bangsa Pamekasan Akh. Fawaid mengaku bersyukur atas masuknya lima dosen peneliti STIE Bakti Bangsa Pamekasan, sebagai penerima hibah penelitian tahun 2020 tersebut.
Dari jumlah dosen yang bakal menerima hibah penelitian tersebut, terang Fawaid, satu dosen STIE Bakti Bangsa tahun 2020 ini gagal menerima pendanaan penelitian dari Kemenristek/BRIN.
“Alhamdulillah, STIE Bakti Bangsa selama tiga tahun berturut-turut menerima hibah penelitian dari Kemenristek, dan tahun 2020 ini merupakan tahun ketiga STIE Bakti Bangsa menerima hibah penelitian, sejak kampus ini berdiri September 2015 yang lalu. Lolosnya penelitian dosen ini, bukan hal mudah. Karena tim dari Kemenristek akan mengkaji betul substansi dan manfaat penelitian yang diusulkan ribuan dosen se-Indonesia,” ungkapnya.
Pria yang kini juga menjadi anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Pamekasan ini menguraikan jumlah dosen yang menerima hibah penelitian tiga tahun terakhir. Tahun 2018 sebanyak 5 dosen peneliti dan 1 pengabdian, tahun 2019 sebanyak 6 dosen dan tahun 2020 sebanyak 5 dosen, dari jumlah keseluruhan dosen tetap STIE Bakti Bangsa sebanyak 14 orang.
Ke depan, kata Fawaid, pihaknya akan mendorong pada usulan pengabdian masyarakat. Sebab, dua tahun ini tidak ada satu pun dosen yang menerima program pengabdian kepada masyarakat.
“Kita akan evaluasi kelemahan proposal pengabdian kepada masyarakat, yang diusulkan oleh dosen-dosen STIE Bakti Bangsa. Usulan tahun 2020 dan pelaksanaan tahun 2021 harus ada yang diterima,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, pria yang juga Humas KONI Pamekasan ini berharap, agar Pemkab Pamekasan maupun Pemprov Jawa Timur, bisa memanfaatkan hasil riset dosen peneliti STIE Bakti Bangsa, yang dianggap relevan dengan program-program pembangunan di Pamekasan maupun Jawa Timur.(Rilis Humas LPPM STIE Bakti Bangsa).

Tinggalkan Balasan